{"id":1563,"date":"2014-09-11T15:49:33","date_gmt":"2014-09-11T15:49:33","guid":{"rendered":"https:\/\/aset.sci.ui.ac.id\/geografi\/?p=1563"},"modified":"2024-10-21T02:53:54","modified_gmt":"2024-10-20T19:53:54","slug":"latah-trend-spatial-technology","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/aset.sci.ui.ac.id\/geografi\/latah-trend-spatial-technology\/","title":{"rendered":"Latah &#8220;Trend Spatial Technology&#8221;"},"content":{"rendered":"<p>Mengapa Lembaga Pemerintah yang resmi dan memiliki kewenangan resmi dan dilandasi hukum yang kuat dalam implementasi Teknologi untuk pembangunan secara nasional suka mengikuti trend pasar teknologi?<\/p>\n<p>alias<br \/>\nLembaga Resmi Pemerintah suka ganti-ganti teknologi yang hasilnya untuk cakupan indonesia belum pernah utuh dengan format dan skala yang seragam (terintegrasi)secara nasional.<\/p>\n<p>Hayo ada yang bisa jawab?<!--more--><\/p>\n<p>Jawabannya sederhana:<br \/>\nBelajar dari swasta!<\/p>\n<p>Pasti anda berkomentar:<br \/>\n1. swasta yang mana?<br \/>\n2. Bentuk Teknologinya apa yang sudah dapat secara efisien dan efektif anggaran dan hasilnya menyeluruh cakupannya seluruh Indonesia mendukung pembangunan?<br \/>\n3. Apa benar efisien dan efektif untuk kalangan High class maupun pedagang pasar juga bisa, dari profesor hingga anak SD juga banyak yang bisa, petani juga banyak yang bisa?<\/p>\n<p>Bisa ng ya\u2026.. Teknologi yang baru ditawarkan digunakan untuk mendukung pembangunan ke depan, bisa menyelesaikan secara menyeluruh mencakup wilayah Indonesia?<\/p>\n<p>Kalau yang sudah-sudah (berkali-kali berbagai teknologi GIS yang pernah ditawarkan dan diproyekkan) hasilnya belum ada yg cakupannya menyeluruh, dan sekarang sudah ditawarkan yang baru lagi?<br \/>\nHarapanku:<br \/>\n1.Semoga tidak putus di tengah jalan (belum mencakup seluruh wilayah Indonesia ganti lagi teknologinya)<br \/>\n2.Semoga Teknologi yang baru ini masih bisa disambungkan dengan teknologi sebelumnya yang belum sempat menyelesaikan cakupannya.<br \/>\n3.Semoga Dukungan Anggaran bertahapnya memang direncanakan untuk menyelesaikan cakupan seluruh wilayah Indonesia.<br \/>\nSemoga Teknologi yang lama juga tidak sia-sia begitu saja.<br \/>\nSemoga Kendala-kendala yang dahulu: pelatihan ke daerah belum tuntas, anggaran baru sebagian, SDM yang dahulu dgn teknologi terdahulu harus kerja kerasa lagi mengulang dari nol.<br \/>\n4.Semoga Perangkat pendukung memang benar2 diadakan dan dimudahkan pemakaiannya oleh daerah (tidak pusat saja yang bisa)<br \/>\n5.Semoga Efektifitas untuk mengetahui asset geografis Indonesia benar2 dapat dihitung dan diketahui (bukan selalu gelap sampai saat ini)<br \/>\n6.Semoga Efisiensi teknologi sampai menghasilkan data spatial yang dapat digunakan analisis dengan acuan yang sama (intern dan anatar sektor dengan bahasa keruangan yang sama) untuk pembangunan Indonesia.<\/p>\n<p>AMIIIIIIN<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengapa Lembaga Pemerintah yang resmi dan memiliki kewenangan resmi dan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1120,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[39,8],"tags":[40,41],"class_list":["post-1563","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini-pernak-pernik","category-pernak-pernik","tag-latah-teknologi","tag-technology-gis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/aset.sci.ui.ac.id\/geografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1563"}],"collection":[{"href":"https:\/\/aset.sci.ui.ac.id\/geografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/aset.sci.ui.ac.id\/geografi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aset.sci.ui.ac.id\/geografi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aset.sci.ui.ac.id\/geografi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1563"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/aset.sci.ui.ac.id\/geografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1563\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1596,"href":"https:\/\/aset.sci.ui.ac.id\/geografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1563\/revisions\/1596"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aset.sci.ui.ac.id\/geografi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1120"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/aset.sci.ui.ac.id\/geografi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1563"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/aset.sci.ui.ac.id\/geografi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1563"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/aset.sci.ui.ac.id\/geografi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1563"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}